TANDA CINTA YANG TULUS

Dalam hidup, tiap orang  memiliki peran berbeda dalam mengisi lembar kisah perjalananmu. Ada yang sekedar lewat sambil melontar senyum dan janji manis, ada yang singgah, berbincang dan menaruh harap lalu sesaat pergi kembali. Ada juga yang datang untuk berusaha tinggal lebih lama menemani perjalanan di siang dan malammu. 

Tentang cinta, dari sekian banyak yang datang tentu memiliki berbagai alasan dan tujuan pula. Tapi cinta yang tulus, tak pernah mengenal alasan dan kata “karena”.

Berikut beberapa cirinya.

1. Dia akan menerima masa lalumu 

Ia tak  pernah ingin mengungkitnya meskipun masa lalu itu sangat hina dan memalukan, tapi dia, tetap menghormati meski dalam keadaan marah terhadapmu…semata-mata ia ingin menghargaimu, tak ingin membuatmu sedih dan ingin mengatakan “apapun masalalumu tak penting, bagiku yang terpenting adalah bagaimana kita tetap bersama di masa depan dengan bahagia.”

2. Lembut dan Menjaga Perasaanmu

 Jika kamu salah, dia akan menasehatimu dengan lembut dan berusaha tak menyinggung perasaanmu…

3. Tidak Membiarkanmu Sendirian dan Dalam Keadaan Marah

Jika kamu menangis, dia akan sabar menunggu untuk menghiburmu agar kembali tersenyum dan tak lantas pergi begitu saja meninggalkanmu dalam perasaan kecewa.

4. Ikhlas

Dia tak akan memaksa kamu untuk menjadi seperti yang dia mau, tapi dia akan menasehatimu dengan perlahan sehingga kamu rela dan ikhlas jadi seperti yang dia mau tanpa paksaan.

5. Dia Akan Menghalau Segala Perkara Yang Menimbulkan Prasangka

Dia tak ingin membuatmu resah, jika dia pergi kemanapun, dia selalu berusaha untuk memberimu kabar meski kamu tak pernah menanyakannya..

6. Kasihnya Tanpa Batas

Dia akan selalu perhatian terhadapmu meski kamu sendiri kurang memperhatikannya. Dia tak akan pernah membuatmu merengek minta diperhatikan karna perhatiannya terhadapmu bagai lautan kasih sayang yang tak akan pernah ada habisnya meski engkau mencoba untuk menguras semua kesabarannya…

7. Rela Berkorban

Tak perlu menutup mata, karena pada kenyataannya sebuah hubungan dapat berjalan dengan baik apabila didukung dengan materi yang cukup. Akan tetapi, pengorbanan seorang pria bukan selalu harus di nilai dari seberapa besar ia menggunakan materi yang dimilikinya. Ada wujud pengorbanan lain, misal waktu berharga, tenaga, pikiran dan atau apapun yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan nominal atau angka-angka dalam rupiah. Contoh paling kecil, ia rela mengantarmu berangkat kerja setiap hari merupakan salah satu bentuk dari pengorbanan waktu yang tidaklah murah. Namun sebagian besar wanita tidak pernah menyadarinya.

Apapun itu, cinta yang tulus adalah yang selalu berusaha memberikan yang terbaik.

 

Iklan

DISTORSI BINARY

01000001 01101100 01100001 01101110 00100000 01010100 01110101 01110010 01101001 01101110 01100111 00100111 01110011 00100000 01101000 01100101 01100001 01100100

————————————————————-

Di satu tahun pertama dunia binerku…
Hari itu kulihat semua manusia bergelar robot. Segala hal yang dijumpai di permukaan bumi menjadi rangkaian simbol yang saling berhubungan. Ketika segala sistem bekerja dengan angka-angka, manusia-manusia robot ini mulai terpecah belah, mengelompokkan diri dalam beberapa warna.
Ada yang terdistorsi di area yang dapat di akses langsung ke pusat sistem. Menggantungkan diri pada layar biru yang mengurungnya dalam batas kode binary bit.
Ada pula yang terjebak di area hijau yang membuatnya sulit di lihat, terkurung di layar buram.
Meski beberapa di antaranya telah mempersiapkan bekal dengan beberapa efek dan fitur di masing-masing tubuh sebelum menjelajahi daerah ini.
Tetap saja, semua entry terlihat seperti lautan kode biner!
Di antara area biru dan hijau inilah terdapat sebuah menara yang tidak bisa dimasuki secara bebas, kecuali bagi mereka yang menggunakan efek tertentu yang dapat mengubah kode biner menjadi benda nyata dan membuka kunci sebuah menara. Ialah Polygon!
Sebuah kunci untuk mengakses menara dan menjadikan pemiliknya jawara di antara beberapa kelompok yang saling memperebutkan menara.
Tahun itu, menara Kalibert menjadi pokok target seluruh manusia-manusia robot di berbagai area.
Kelompok biru membangun sistem e-World HIPPS pada setiap perangkat tubuh mereka, melindungi diri dari kebocoran sandi dan data lainnya. Well, tidak buruk untuk di namai sebagai “usaha”. Tapi lihatlah bagaimana angka bekerja. Sistem e-World tidak sepenuhnya memiliki power per lindungan sempurna, Kelompok hijau telah lebih dulu menempatkan dirinya di area buram agar dirinya bebas bergerak tanpa mudah di lacak.

Tahun itu pula, perang e-World dimulai.
***************

“It’s Not a Crime!”

~~”Hacking isn’t a crime, it is an art”~~
 Semboyan baru bagi manusia seniman elektronik ini kini berjejalan di kepalaku.

“Oke Rushell, kau pasti bisa melakukan nya!” Batinku mantap.
Sedikit gemetar, sepuluh jariku meraba papan keyboard. Perlahan sekumpulan kode bermunculan di layar monitor, semakin banyak, banyak dan benar saja. Monitorku kini menjadi lautan kode biner. 
Aku gugup, sedikit ragu dengan apa yang kulihat, karena aku adalah warior baru. Tak jarang jemariku latah melakukan salah hingga aku harus mengetik ulang dengan hati-hati.
Kukatakan dulu satu hal. Aku bukanlah maling!
Aku hanya murid amatir seorang Robinhood di era e-war. Konsep ku sederhana, mencari informasi tentang manusia rakus yang mencuri uang dari keringat rakyat yang saat ini bagai robot perah. 

Tidak, 

Tidak,  

Aku lupa, robot tidak bisa di perah. Mereka hanya robot pekerja dan mereka berasal dari dunia kalangan bawah yang setiap hari serabutan bekerja memeras keringat. Sebut saja mereka kaum underworld, dan mereka adalah teman-temanku, tentu aku akan memperjuangkannya.

Skenario terbaikku adalah mencebloskan para manusia rakus yang tega menindas kaum underworld ini ke penjara bawah tanah. 
Aku tahu, apa yang ku lakukan ini amat berbahaya dan ilegal. Tapi untuk bertahan di antara para iblis, kau harus lebih pintar dari sekadar iblis yang begitu pongah.
Dan targetku kali ini adalah kepala bagian kepolisian kabupaten Borbonos. Sebut saja namanya Pak Bento. Dari isu yang hingar beredar, pak Bento terlibat kasus suap atas tindak kriminal narkoba dan sejumlah kemelut dunia korupsi pejabat lainnya.
Damn! Aku selalu benci dengan kaum rakus seperti ini. Mereka yang di berikan amanah untuk menegakkan keadilan justru memasung keadilan itu sendiri dengan kekuasaannya.
Tak butuh waktu lama, 15 komputer berhasil ku ringkus, siap ku perintah dengan commandku yang segera ku kerahkan ke server polisi.
Berhasil!! 
Serverpun done, dan aku lolos menyusup ke akun pak Bento.

Kubongkar informasinya, kuperhatikan aneka laporan kerjanya, kubuka akun medsosnya, dan ku buka emailnya segera.

Dan yappp! Kutemukan akun banknya. 

Ada 350 juta yang ku pikir adalah hasil transaksi gelapnya.

Setelah kudapatkan berapapun nominal rupiah yang kuinginkan, aku berniat menutup akunnya. Namun sebelum ku tinggalkan akun ini, ku temukan sejumlah percakapan rahasia antara pak Bento dan beberapa pajabat lainnya.

Kuurungkan niatku demi sejenak membaca sederet percakapan mereka.

Menarik sekali! 
Rencana penggelapan sejumlah uang dari gaji PNS, penyelundupan sembako bantuan untuk kaum janda fakir,  dan lembaran file surat permohonan agar pihak kepolisian tutup mata dengan beberapa kasus tertentu.

Aku muak!!
Segera ku screenshoot  sambil memasang senyum jahat. “Dia layak mendapatkannya!” Batinku geram.

Aku segera mengumpulkan aneka bukti dalam sebuah lampiran untuk ku kirim ke atasannya.

Segara kusembunyikan alamat surel sambil bergumam 
“Permainanmu harus berakhir pak.”

Misalkan pak Bento tak segera di tindak lanjuti, akan ku lakukan rencana B,  menyebarkannya kepada publik di seluruh media masa agar pak Bento jadi trending topik di halaman depan sebagai  mafia korupsi yang wajib di tindak lanjuti.
Sejujurnya aku jengah, Apa daya aku wanita yang kadang melakukan segala sesuatu atas pertimbangan hati. 
~Ku bilang satu hal, jangan berani menempatkan diri di arena ekstreem bila kau tak mampu mengalahkan rasa kemanusiaanmu!~

Dalam sepersekian detik setelahnya aku tak sampai hati pula membuat kisruh di antara masyarakat luas khususnya antara pihak kepolisian dan para PNS yang rata-rata juga adalah teman-teman tersayangku. Aku tak mau mereka jadi berhenti percaya pada aparat hukum. Ya, teman-temanku berasal dari berbagai area, dan lagi-lagi, tentu saja aku akan memperjuangkan mereka.

Kutinggalkan satu nota kecil di lampiran ini, berharap catatan ini mampu menjadi sebuah gertakan.
Dan aku logout, menghempaskan diri di atas sofa hitam dan membiarkan setiap inci tubuhku menikmati empuk di sana.
Tentunya setelah menghapus terlebih dulu beberapa jejak agar pihak kepolisian tak bisa melacakku nanti. 

Target pertama di tahun pertamaku, kuanggap berhasil. Setidaknya puluhan juta rupiah telah di tangan dalam waktu singkat dan siap di alirkan ke beberapa panti.

Doa dan Remahan Cinta

Ketika doa darimu dilarutkan dalam remahan kopi dan gula manis. 

Kukenali rasa legit dan gaung suara yang melekat di lidahku setelahnya. 
Lalu, namamu mulai berputar, dirapal dalam arus waktu dan angka yang berpacu. 
Di sini, di piringku, ada gandum bermentega yang bersedekap tanpa kepala. 
Inikah musuh yang harus dilahap paripurna, ketika butir-butir biji cinta mulai menderas di beranda?
Semua menundukkan kepala. 

Kopi itu telah melebur dalam aroma tanpa peduli lagi sebuah ‘nama’. 

#Diyan

Sepotong Hati dan Perempuan Kopi

Langit baru saja melepas rinai hujan.

            Meneteslah bulir kalimat puitis.

    Dari perempuan kopi dan sepotong hati,

               Terbelenggu pita merah.

                    Kemudian, 

“Telah kau suguh aroma kepayang tuan. Lalu?”

       Ia gemulai …

Menyeduh dan menuang kopi hangat bersama seutas senyuman,

Di cangkir rindu, 

Ia saksikan pagi,

Menanti surya, 

Berharap tetap bersama ke hari selanjutnya. 

#Pangkalpinang, 16 Sept 2017

#Leyla Fajr