Antara Ilmu dan Hikmah

1493188434726“Hikmah itu ibarat harta, maka apabila kau temui ia dimanapun kau berada, ambillah dan galilah, Kumpulkanlah ia dalam satu buku yang suatu hari akan bersinar menjadi ilmu”.–Leyla fajr.

Harta seseorang sejatinya bukanlah hanya dibatasi oleh materi dan kebendaaan, melainkan juga ilmu yang bermanfaat untuk dunia dam akhirat. Kita tahu, materi bersifat semu, sekejap akan sirna meninggalkan kekosongan, tetapi ilmu tak akan pernah kosong. Ia akan bersinar sebagaimana cahaya yang menerangi. Makin banyak cahaya, makin teranglah suatu ruang. Dengannya seseorang mengerti, dengannya seseorang melihat dan dengannya seseorang menjadi bijak. Ilmu ada dimana-mana, dibalik kesalahan, dibalik penolakan, dibalik ketidak-adilan, dibalik penderitaan dan dibalik kefakiran maupun kesusahan. Karena pada kenyataannya kita memang musti belajar dari setiap kegagalan dan rasa sakit.

Jika pensil dibuat bersama dengan karet penghapusnya maka rasa sakit juga pasti diturunkan beserta penyembuhnya. Jika pensil membutuhkan pisau peruncing agar dapat digunakan maka manusiapun butuh masalah agar bisa meningkatkan kualitas.
Kita harus pernah ditempatkan dalam keadaan gelap agar kita tahu bagaimana menikmati terang. Kita terlebih dulu melakukan kesalahan agar kita faham bagaimana sesuatu yang seharusnya benar. Kita harus mengalami penolakan agar kita mampu menghargai sebuah penerimaan. Inilah yang dinamakan ilmu hikmah. Tuhan memang unik dalam berbahasa, dan untuk memahami bahasanya kitapun mesti  peka. Melihat dengan kejernihan hati dalam mengamati semua peristiwa, karena akan selalu ada hubungan sebab akibat di dalamnya. Uniknya lagi semua hal yang terjadi akan terbentuk menjadi sebuah siklus dengan pola yang melingkar, berawal disatu titik lalu berakhir di titik itu pula.

Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai, apa yang kita lakukan itulah yang akan kita dapatkan. Manusia mendapatkan sesuai dengan apa yang ia usahakan. Sedikit atau banyak bukanlah sebuah ukuran karena setiap niat tetap membutuhkan usaha untuk mampu mencapai keberhasilan. Seperti dalam Firman-Nya “ Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sendiri yang mengubahnya”.

Meski terkadang takdir-Nya memang telah menuliskan masing-masing jatah pada setiap goresan tangan manusia, namun bila gagal dalam perkara A berarti ada kemungkinan gagal di perkara B, bila gagal diperkara B bisa jadi keberhasilanmu ada di pintu C. Jangan terpaku hanya pada satu pintu dengan mengorbankan waktu, tenaga dan fikiran tanpa mencari alternatif dan solusi dari jalan lain.

Terkadang hikmah sering didapat dari pengalaman hidup diri sendiri, teman, saudara, ataupun orang tua. Maka tak ada salahnya jika kita membuka hati untuk mengambil pelajaran dari sana. Semua orang adalah unik dan memiliki potensi sebagai bekal yang di anugerahkan Allah untuknya menjalani hidup. Sebagai manusia kita hanya bisa menerima dan menjalani peran yang telah di tentukan dengan sebaik mungkin dengan tetap berusaha untuk mempersembahkan apa yang terbaik dari diri sendiri. Semua kebaikan akan mengikuti jalan yang baik-baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s