Khan Academy : Dunia Pendidikan Punya Pahlawan Baru, Salman Khan

khan
My Name is Khan and I am not a terrorist. Begitu ucapan seorang pria autis yang tayang di sebuah film dan kutonton pekan lalu. Film yang sungguh menginspirasi. Dan kali ini aku ketemu tulisan tentang Khan yang lain. Dan tak kalah menginspirasi pula. Salman Khan namanya.Mirip ya dengan nama Raja Saudi yang barusan berkunjung ke negeri kita tempo hari. Tetapi sungguh dia melakukan sesuatu hal yang luar biasa hingga seorang Bill Gates pun mengaku mengagumi dan angkat topi padanya.

Khan bukan kampiun Lembah Silikon, seperti Mark Zuckerberg yang menemukan Facebook atau Andy Rubin yang membuat Google bangkit dengan Android. Percayakah anda? Khan hanyalah seorang guru. Guru? Ya. Tetapi dia guru yang berbeda.

Khan menghabiskan waktu-waktunya di sebuah bekas toilet mini yang ia sulap menjadi studio rekaman sekaligus perpustakaan. Ruangan berukuran 1,5 x 2 meter itu adalah think thank yang dia sebut : bgC3.

Di ruang sesak inilah Khan menghabiskan waktunya bersama dua komputer, headphone di telinga, kaus tidur dan piyama, menunggu siang sambil membaca buku atau membuat video tutorial untuk para muridnya.

“Orang ini luar biasa,” kata Gates dalam e-mailnya kepada publik. “Dia mengerjakan banyak hal dengan sumber daya yang amat terbatas,” kata filantropis dan orang terkaya dunia itu tanpa menutupi rasa kagumnya.

Mengapa? Gates dan anak laki-lakinya yang berumur 11 tahun, Rory Gates, terpana oleh video-video pendidikan bikinan Khan, dari video Aljabar sampai Biologi. Dari video Geografi sampai Fisika.

Yang membuat kagum Gates adalah sosok Khan yang penuh totalitas. Dia rela meninggalkan dunia gemerlap sebagai manajer investasi beralih menjadi guru yang mendidik jutaan orang lewat video Internet.

Di kontrakannya yang sempit di Lembah Silikon itulah guru digital ini membikin tutorial video. Hebatnya, semua itu dikerjakannya sendiri, mulai dari menyusun materi, memvideokan, hingga menjadi guru sekaligus.

Khan sebenarnya adalah lulusan MBA, Universitas Harvard. Dulu dia manajer keuangan. Tapi hidupnya kini dia serahkan ke dunia pendidikan, yang dia sebut Khan Academy. Di Khan Academy itu, dia adalah satu-satunya guru.

Dia bisa mengajar apa saja, dari kalkulus, trigonometri, kimia, fisika, biologi, sampai sejarah. Dia menulis kelahiran kupu-kupu sama baiknya berkisah tentang perang Napoleon, dan pelajaran ekonomi dari pabrik cupcake.

Sejauh ini, dari bekas toilet itu, dia telah menciptakan 1.630 tutorial dan ditonton oleh 70 ribu orang per hari. Angka itu nyaris dua kali lipat jumlah mahasiswa Harvard plus Universitas Sanford.

Jumlah pengunjung tertingginya mencapai 200 ribu orang, kata Khan. Sebuah kesungguhan dan ketulusan yang membuat banyak orang iri sekaligus kagum, termasuk Bill Gates. “Saya rasa keindahan dari pengajaran Khan adalah konsistensi dia,” ujar Gates.

Seperti entrepreneur hebat lainnya, Khan terjun di dunia pendidikan tanpa sengaja. Dia lahir dan besar di New Orleans. Khan putra imigran berdarah Bangladesh dan India. Di bangku kuliah, Khan adalah bintang.

Dia punya tiga gelar dari universitas ternama di Amerika Serikat: MBA dari Harvard, bachelor of science bidang matematika dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), serta bachelor dan master dari MIT untuk bidang kelistrikan. Dia sempat menjadi presiden kelas di MIT.

Khan jatuh cinta kepada kegiatan mengajar setelah ia menjadi guru sukarelawan untuk anak-anak Brookline. Ini adalah anak-anak yang mengalami sindrom attention deficit disorder, yang kesulitan memusatkan fokus perhatian.

Dia begitu tersentuh ketika keponakannya, yang kelas VII, bertanya soal konversi berat dalam kilogram. Khan pun mulai membuat tutorial dengan menggunakan teknologi yang sederhana.

Dia hanya menggunakan software Yahoo Doodle dan Microsoft Paint berteknologi rendah untuk membuat sketsa, dengan latar belakang hitam dan garis-garis berwarna cerah dan persamaan ketika ia bekerja melalui penjelasannya.

Video pertama yang ia buat adalah pelajaran mengonversi gram untuk kilogram yang awalnya hanya ditujukan bagi sepupunya itu.

Learn for free about math, art, computer programming, economics, physics, chemistry, biology, medicine, finance, history, and more. Khan Academy is a…
Setelah itulah dia kecanduan mengajar dan sekolah onlinenya pun dimulai.
Khan mulai membuat tutorial dengan menulis program JavaScript sendiri. Dia bekerja di sela-sela waktu istirahatnya sebagai manajer investasi, di antara waktu main bola. Lalu dia rekam dalam bentuk video dan diunggah ke YouTube.Khan akhirnya benar-benar hidup untuk akademinya setelah mendapat pesangon US$ 1 juta (Rp 9 miliar). Uang itu dia sebut Khan Capital, yang digunakan untuk membiayai hidupnya dengan investasi.

Khan berkukuh tak mau mengkomersialkan situsnya. “Saya sudah punya dua mobil Honda, istri yang cantik dan anak yang hebat, serta rumah. Itu cukup bagiku,” katanya.

Tak ada sekat suku bangsa, ruang, apalagi teritorial. Baik yang ada di ujung Samudra Atlantik hingga pedalaman Hutan Amazon, semua diajari Salman Khan lewat sekolah dunia maya miliknya secara cuma-cuma.

Bagi sebagian orang, matematika memang sudah seperti momok yang sulit dimengerti, apalagi dikuasai. Perasaan yang sama dialami pula oleh seorang bocah Korea berusia 11 tahun.

Tapi, siapa sangka pelajaran yang selalu membuatnya stres tersebut berbalik menjadi pelajaran favoritnya setelah ia membuka situs belajar mengajar yang dibuat Salman Khan, https://www.khanacademy.org.

Tidak hanya anak dari Korea, sepasang orang tua di California, AS, tampak tak kuasa meluapkan rasa senang atas kemajuan yang dilakukan anak mereka dalam pelajaran Aljabar yang dianggap sulit itu.

“Saya tidak tahu siapa Anda. Tapi dalam pikiran saya, Anda adalah penyelamat. Anak-anak saya benar-benar bersemangat dengan matematikanya. Terima kasih” tulis orang tua sang anak di situs yang dikelola seorang pria yang baru menginjak usia 33 tahun.

Dan tahukah anda? Khan tak pernah miskin dengan kebaikan. Sebab, pengusaha-pengusaha Lembah Silikon ramai-ramai membanjiri dia dengan donasi.

Dunia pendidikan punya pahlawan baru, Salman Khan

— Sunday, May 7, 2017 —

Sumber Artikel dari Grup Telegram Diskusi Online Marketing Oleh Adez Aulia

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s