Bianglala Ramadhan

Marhaban yaa Ramadhan…

Sebagaimana fajar yang tulus menyambut malam, layaknya pagi yang semangat menyongsong siang, seperti itulah kiranya hati yang menyambut iman. Menjemput ridho dalam ibadah.

Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, jangan takut. Pasti diganti dengan yang lebih baik dalam pandangan Allah.

Siapa yang enggan meminta-minta, maka Allah menggantinya dengan kecukupan penuh barokah. 

Siapa yang meninggalkan dusta,  ia pasti dihormati sesama manusia. 

Siapa yang berlaku jujur dalam jual beli,  Allah datangkan berkah untuk jual belinya. 

Siapa yang meninggalkan riba,  Allah bukakan keberkahan pada rezekinya.

Siapa yang menjaga pandangan dari yang  haram, Allah berikan cahaya pada pandangan hatinya.

Siapa yang meninggalkan sifat pelit, maka mulialah ia di sisi manusia dan masuklah ia pada golongan orang-orang yang beruntung.

Siapa yang tawadhu’,  Allah sendiri yang kan tinggikan derajatnya di dunia.

Siapa yang  mudah  memaafkan, Allah anugerahkan sendiri padanya kemuliaan.

Lalu, ketika rasa haus dan lapar ditahan, ada esensi bahwa nafsulah yang sebenarnya harus dikekang. 

Sebagaimana sulitnya berjuang, tapi yang namanya I M A N  pasti mampu menjadikan seseorang bertahan. Kesulitan-kesulitan inilah yang nanti diganti dengan pintu Ar-Rayyan, pintu khusus bagi orang-orang yang berpuasa.

 Singkatnya adalah, Manusia akan  mendapatkan sesuatu dengan melepaskan sesuatu.

Saat puasa mampu mentarbiahkan jiwa dan memunculkan rasa syukur akan nikmat Allah, maka saat itulah anugerah hikmah terbentang sebagai ketenangan.

Kebanyakan hikmah yang lahir dari puasa Ramadanpun bertujuan untuk menzahirkan sifat Rububiyyah Allah s.w.t. demi kehidupan sosial manusia dan kehidupan peribadinya sendiri.

Tak pelak bahwa segala yang terurai mengerucut pada satu inti permasalahan. Puasa juga menjadi jalan peningkatan “mutu” iman.

Hal-hal berkah semacam mengasah empati, Menghadirkan  syukur, Melatih kedisiplinan, dan Meng-khusyuk-kan diri dalam pengabdian kepada sang Khaliq, kesemuanya bertujuan untuk meningkatkan Iman dan Taqwa.

Puasa ialah perintah

Puasa ialah perisai

Puasa ialah ibadah

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s