SENI KOMUNIKASI DALAM AL-QUR’AN

se

Tak peduli apapun profesi dan passion-nya, satu hal yang patut selalu diingat dan menjadi kunci adalah cara kita berkomunikasi. 

Dan bagaimana cara kita merefleksikan kecenderungan, kekuatan, dan kelemahan diri sendiri saat bersinggungan dengan komunikasi , merupakan sebuah pelajaran penting dalam etika sosial.

Mungkin ada banyak dari kita yang dapat memperoleh manfaat dari  pelajaran dalam seni negosiasi, bahasa persuasif, pembicaraan pribadi yang positif, dan feedback komunikasi yang elegan.
Dan bila perlu,  sebutir garam pepatah yang ditambahkan kedalam ramuan komunikasi yang penuh etika-pun  bisa meningkatkan mutu dalam seni berbahasa, sebagai nilai tambah kita saat berkomunikasi. Tidak terlalu kasar dalam mengingatkan sehingga menggunakan bahasa prumpamaan yang dapat mengenai hati pendengar.

Salah satu manfaat memiliki kemampuan komunikasi adalah untuk mempererat sebuah hubungan. Baik itu rekan kerja, supervisor, dan kenalan baru.

Adapun beberapa tips  untuk meningkatkan kemampuan komunikasi yaitu;

👉Gunakan Seni Persuasi yang Lembut
,

Tujuannya adalah untuk memotivasi orang lain dengan meningkatkan harapan mereka terhadap diri mereka sendiri. Adapun Seni komunikasi Verbal  adalah panduan klasik untuk seni membela diri dari pikiran dan mulut, yang dapat membantu anda meredakan konfrontasi dan menghasilkan kerja sama, entah itu saat anda sedang berbicara dengan atasan, pasangan, atau bahkan anak-anak. 

👉 Jadilah pendengar yang baik

Mulailah belajar untuk mendengarkan secara efektif, mengubah mood orang yang marah atau agresif pada keadaan mood yang lebih tenang, lebih respecktif, serta menggunakan rasa empati untuk menjembatani kesenjangan komunikasi.

Memahami permasalahan seseorang dan meresponsnya dengan lembut adalah salah satu cara paling ampuh yang pernah ditemukan untuk menghubungi siapa saja yang anda temui dalam dunia bisnis ataupun kehidupan pribadi Anda.

👉 Lakukan Percakapan secara Krusial.

Percakapan Krusial dapat di lakukan saat menghindari situasi genting dan emosi tinggi. Mengubah kemarahan menjadi semacam dialog santai yang kuat untuk menuju mufakat. Membuat seseorang merasa aman untuk membicarakan hampir semua hal pada kita dengan sikap terbuka, dan  persuasif, serta tidak bertindak kasar.

 “Orang-orang yang ahli dalam dialog melakukan yang terbaik untuk membuatnya aman bagi semua orang,  untuk melakukan yang terbaik dan memastikan bahwa semua gagasannya pasti akan menemukan jalan terang di setiap permasalahan.”


👉 Berani dan percaya diri.

Bagaimanapun juga, Keberanian adalah semacam Jalan yang mampu mempengaruhi jalan hidup dan karier Kita.

Berani adalah bukan tentang menang atau kalah, tapi tentang keberanian  di mana dunia ” tidak pernah cukup” mendominasi ketakutanmu terhadap gemerlapnya.

Berada di lingkungan sosial, berarti siap menempatkan diri pada risiko yang jauh lebih besar untuk mendapatkan kritik atau merasakan sakit hati. Bukan begitu?

Namun  saat kita melangkah mundurpun,  kita hanya akan mendapati bahwa tiada yang tidak nyaman, berbahaya, dan menyakitkan saat berdiri di tengah lingkungan sosial. Lantas  bertanya-tanya dalam hati “bagaimana jadinya jika saya terus  takut untuk  masuk  ke arena”.

Berani bertindak dengan tepat adalah sebuah praktik untuk membiarkan diri kita “terlihat“.

“Tiada kepemilikan yang benar-benar dimiliki, Karena kepemilikan sejati hanya terjadi saat kita menghadirkan diri kita yang otentik dan tidak sempurna ke dunia ini. Rasa memiliki kita tidak akan pernah bisa lebih besar dari tingkat penerimaan diri kita sendiri.”

Sementara itu dalam berbagai literatur tentang komunikasi Islam, ada setidaknya enam jenis gaya bicara   yang dikategorikan sebagai kaidah, prinsip, atau etika komunikasi Islam, yaitu:

1. Perkataan yang benar dan jujur

QS. An Nisa ayat 9 Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah dibelakang mereka, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraannya)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar (qaulan sadida)”.

2. Tepat sasaran, komunikatif, to the point, dan mudah dimengerti

QS. An Nisa ayat 63 “Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka Qaulan Baligha –perkataan yang berbekas pada jiwa mereka”.

3. Perkataan yang baik

QS. Al Ahzab ayat 32 Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya] dan ucapkanlah Qaulan Ma’rufa –perkataan yang baik.”

4.    Perkataan yang mulia

QS. Al Isra’ ayat 23 Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan jangan engkau membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik”.

5. Perkataan yang lembut

QS. Thaha ayat 43-44 Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun karena benar-benar dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut”.

Sesungguhnya komunikasi merupakan bentuk seni dan etika dari kehidupan manusia. Dalam proses komunikasi hendaklah kita memperhatikan etika-etika dengan baik agar komunikasi tersebut bisa berjalan dengan lancar dan efektif. Dengan harapan agar apa yang disampaikan mudah diterima dan mendapat feedback yang baik pula dari pendengar.