Kemunting, Tanaman Industri Baru Babel Yang Berpotensi

Di balik hiruk pikuk dunia perpolitikan yang sibuk memperebutkan “wajah” di atas sana, ada kepala-kepala disini yang setiap malam sebelum tidur sibuk berfikir “besok harus turun ke kebun, narik pasir, atau gi ngelimbang ok?”

Dibalik gemerlap dunia “kursi panas” yang sibuk memperdebatkan kuasa dan mempermasalahkan gaji yang seolah selalu kurang di luar sana, ada suara-suara yang tak di dengar setiap hari disini” kami dak ngurus kursi ikak ape, kami hanya nek ngisik perut kami besok pakai ape?”

Begitu kontradiksinya kesenjangan antara pekerja tetap dan buruh harian  lepas. Begitupun setiap kepala, masing-masing hanya akan sibuk mempertanyakan masalah yang digelutinya dalam kotak kepalanya sendiri. Hingga akhirnya ada yang berkata ; yang kaya semakin kaya, yang susah semakin susah.

Tanah Bangka sebenarnya begitu kaya, hal yang miris ketika petani karet sibuk mengeluh atas harga jual yang selalu menurun. Penambang pasir yang kelimpungan menggali timah yang tak lagi bisa di andalkan. Harga lada yang naik turun dan macam-macam permasalahan ekonomi lainnya

Mengapa tiada satupun warga yang mencoba menggali potensi lain selain lada, karet dan timah? Toh  ada tanaman perdu yang berdaya guna dan bahkan bisa di jadikan tanaman industri baru di tanah Bangka yang tak kalah berpotensi.

Seperti Rhodomyrtus Tomentosa misalnya. Tumbuhan perdu yang tingginya  tak lebih dari dua meter, berbunga merah jambu dan  berbuah seperti beri yang membujur, atau yang lebih familiar di dikenal dengan nama Kemunting yang sebenarnya  memberi banyak manfaat bagi manusia. Buahnya yang memiliki kandungan gula, air, vitamin dan mineral ini selain  bisa di olah menjadi jelly dan juice, ternyata  juga dapat di olah sebagai obat herbal bagi beberapa jenis penyakit kronis.

Seperti yang kita tahu, antioksidan diperlukan tubuh untuk mencegah atau mengurangi penyakit akibat radikal bebas, dan kemunting sendiri memiliki ekstrak antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan tersebut.

Lalu Kemunting di jadikan tanaman hias? Kenapa tidak. Jika dilihat dari bentuk bunganya-pun Kemunting ternyata memiliki nilai estetika bila di rawat dan di pangkas rapi.

Selain itu, kemunting juga mengandung tar kayu yang bisa dimanfaatkan  sebagai pewarna hitam pada komestik wanita.

Singkat kata, Kemunting bisa dimanfaatkan sebagai salah satu holtikultura yang dapat dibudi dayakan sehingga menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat Kabupaten Bangka. 

Di pulau Bangka sendiri , tanaman ini akan begitu  mudah di jumpai. Terutama di daerah pedesaan, di kolong bekas penambangan timah dan hutan perkebunan. Salah satu keunggulan tanaman ini adalah lebih mudah di budi dayakan. Terutama di daerah pasir, dan tebing sungai.  Pertumbuhannya pun tidak memakan waktu lama dan cenderung tidak mengalami penyakit atau  hama serius sehingga tidak terlalu repot dalam masa pembudidayaannya.

Jadi gimana?

Tertarik untuk mulai mencoba? 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s