DISTORSI BINARY

01000001 01101100 01100001 01101110 00100000 01010100 01110101 01110010 01101001 01101110 01100111 00100111 01110011 00100000 01101000 01100101 01100001 01100100

————————————————————-

Di satu tahun pertama dunia binerku…
Hari itu kulihat semua manusia bergelar robot. Segala hal yang dijumpai di permukaan bumi menjadi rangkaian simbol yang saling berhubungan. Ketika segala sistem bekerja dengan angka-angka, manusia-manusia robot ini mulai terpecah belah, mengelompokkan diri dalam beberapa warna.
Ada yang terdistorsi di area yang dapat di akses langsung ke pusat sistem. Menggantungkan diri pada layar biru yang mengurungnya dalam batas kode binary bit.
Ada pula yang terjebak di area hijau yang membuatnya sulit di lihat, terkurung di layar buram.
Meski beberapa di antaranya telah mempersiapkan bekal dengan beberapa efek dan fitur di masing-masing tubuh sebelum menjelajahi daerah ini.
Tetap saja, semua entry terlihat seperti lautan kode biner!
Di antara area biru dan hijau inilah terdapat sebuah menara yang tidak bisa dimasuki secara bebas, kecuali bagi mereka yang menggunakan efek tertentu yang dapat mengubah kode biner menjadi benda nyata dan membuka kunci sebuah menara. Ialah Polygon!
Sebuah kunci untuk mengakses menara dan menjadikan pemiliknya jawara di antara beberapa kelompok yang saling memperebutkan menara.
Tahun itu, menara Kalibert menjadi pokok target seluruh manusia-manusia robot di berbagai area.
Kelompok biru membangun sistem e-World HIPPS pada setiap perangkat tubuh mereka, melindungi diri dari kebocoran sandi dan data lainnya. Well, tidak buruk untuk di namai sebagai “usaha”. Tapi lihatlah bagaimana angka bekerja. Sistem e-World tidak sepenuhnya memiliki power per lindungan sempurna, Kelompok hijau telah lebih dulu menempatkan dirinya di area buram agar dirinya bebas bergerak tanpa mudah di lacak.

Tahun itu pula, perang e-World dimulai.
***************

Iklan

“It’s Not a Crime!”

~~”Hacking isn’t a crime, it is an art”~~
 Semboyan baru bagi manusia seniman elektronik ini kini berjejalan di kepalaku.

“Oke Rushell, kau pasti bisa melakukan nya!” Batinku mantap.
Sedikit gemetar, sepuluh jariku meraba papan keyboard. Perlahan sekumpulan kode bermunculan di layar monitor, semakin banyak, banyak dan benar saja. Monitorku kini menjadi lautan kode biner. 
Aku gugup, sedikit ragu dengan apa yang kulihat, karena aku adalah warior baru. Tak jarang jemariku latah melakukan salah hingga aku harus mengetik ulang dengan hati-hati.
Kukatakan dulu satu hal. Aku bukanlah maling!
Aku hanya murid amatir seorang Robinhood di era e-war. Konsep ku sederhana, mencari informasi tentang manusia rakus yang mencuri uang dari keringat rakyat yang saat ini bagai robot perah. 

Tidak, 

Tidak,  

Aku lupa, robot tidak bisa di perah. Mereka hanya robot pekerja dan mereka berasal dari dunia kalangan bawah yang setiap hari serabutan bekerja memeras keringat. Sebut saja mereka kaum underworld, dan mereka adalah teman-temanku, tentu aku akan memperjuangkannya.

Skenario terbaikku adalah mencebloskan para manusia rakus yang tega menindas kaum underworld ini ke penjara bawah tanah. 
Aku tahu, apa yang ku lakukan ini amat berbahaya dan ilegal. Tapi untuk bertahan di antara para iblis, kau harus lebih pintar dari sekadar iblis yang begitu pongah.
Dan targetku kali ini adalah kepala bagian kepolisian kabupaten Borbonos. Sebut saja namanya Pak Bento. Dari isu yang hingar beredar, pak Bento terlibat kasus suap atas tindak kriminal narkoba dan sejumlah kemelut dunia korupsi pejabat lainnya.
Damn! Aku selalu benci dengan kaum rakus seperti ini. Mereka yang di berikan amanah untuk menegakkan keadilan justru memasung keadilan itu sendiri dengan kekuasaannya.
Tak butuh waktu lama, 15 komputer berhasil ku ringkus, siap ku perintah dengan commandku yang segera ku kerahkan ke server polisi.
Berhasil!! 
Serverpun done, dan aku lolos menyusup ke akun pak Bento.

Kubongkar informasinya, kuperhatikan aneka laporan kerjanya, kubuka akun medsosnya, dan ku buka emailnya segera.

Dan yappp! Kutemukan akun banknya. 

Ada 350 juta yang ku pikir adalah hasil transaksi gelapnya.

Setelah kudapatkan berapapun nominal rupiah yang kuinginkan, aku berniat menutup akunnya. Namun sebelum ku tinggalkan akun ini, ku temukan sejumlah percakapan rahasia antara pak Bento dan beberapa pajabat lainnya.

Kuurungkan niatku demi sejenak membaca sederet percakapan mereka.

Menarik sekali! 
Rencana penggelapan sejumlah uang dari gaji PNS, penyelundupan sembako bantuan untuk kaum janda fakir,  dan lembaran file surat permohonan agar pihak kepolisian tutup mata dengan beberapa kasus tertentu.

Aku muak!!
Segera ku screenshoot  sambil memasang senyum jahat. “Dia layak mendapatkannya!” Batinku geram.

Aku segera mengumpulkan aneka bukti dalam sebuah lampiran untuk ku kirim ke atasannya.

Segara kusembunyikan alamat surel sambil bergumam 
“Permainanmu harus berakhir pak.”

Misalkan pak Bento tak segera di tindak lanjuti, akan ku lakukan rencana B,  menyebarkannya kepada publik di seluruh media masa agar pak Bento jadi trending topik di halaman depan sebagai  mafia korupsi yang wajib di tindak lanjuti.
Sejujurnya aku jengah, Apa daya aku wanita yang kadang melakukan segala sesuatu atas pertimbangan hati. 
~Ku bilang satu hal, jangan berani menempatkan diri di arena ekstreem bila kau tak mampu mengalahkan rasa kemanusiaanmu!~

Dalam sepersekian detik setelahnya aku tak sampai hati pula membuat kisruh di antara masyarakat luas khususnya antara pihak kepolisian dan para PNS yang rata-rata juga adalah teman-teman tersayangku. Aku tak mau mereka jadi berhenti percaya pada aparat hukum. Ya, teman-temanku berasal dari berbagai area, dan lagi-lagi, tentu saja aku akan memperjuangkan mereka.

Kutinggalkan satu nota kecil di lampiran ini, berharap catatan ini mampu menjadi sebuah gertakan.
Dan aku logout, menghempaskan diri di atas sofa hitam dan membiarkan setiap inci tubuhku menikmati empuk di sana.
Tentunya setelah menghapus terlebih dulu beberapa jejak agar pihak kepolisian tak bisa melacakku nanti. 

Target pertama di tahun pertamaku, kuanggap berhasil. Setidaknya puluhan juta rupiah telah di tangan dalam waktu singkat dan siap di alirkan ke beberapa panti.

Serial Senin : LESHLEY OSMON

           

                             Synopsis

Lesley. Seorang Gadis  polos, berasal dari sebuah desa terpencil yang mendapatkan kesempatan kuliah di London melalui program beasiswa.

Hingga pertemuannya dengan J. Yousep Lurderk di kampus barunya . Tak disangka ternyata pertemuan ini justru mengantarkannya pada beberapa tragedi ke lembah hitam.

 Sebenarmya apa yang dilakukan J. Yousep Luderk padanya? Simak terus kelanjutan kisahnya dalam serial Lesley Osmon, mutiara hitam yang terbuang.

____________________________________    Chapter 1

  Am i Lucky?

____________________________________

‚Äč”Beasiswa, bagiku adalah tentang suatu cara mendapatkan ilmu dengan mengerahkan segala kemampuan hingga Allah saja yang menentukan keberhasilan  sesuai kadar perjuangan. ” –Lesley

                          *******

Nuansa kuning kemerahan senja itu menjadi latar angkasa yang menebarkan indah. Seolah menjadi pengantar pesan sendu bagi seraut wajah beliaku yang sedang berbinar bahagia dalam rengkuhan mimpi dan cita-cita. Wajah yang sedang berbincang dengan pantulan bayang ku sendiri sejak dua puluh menit lalu di depan cermin, seolah tak jenuh berkaca jika saja dering ponsel itu tak pernah menjerit minta di angkat. Tentu kegiatan sisir-menyisir itu tak pernah usai.

“Beasiswa S2 di Inggris dari IOE-International Students House Centenary Scholarships,  berminat Ley????” 

Kata pak Freid Senja itu melalui sambungan telpon seluler.

                            ********

Memang sempat ku dengar berita bahwa Institute of Education, University College London, Inggris baru-baru ini membuka peluang beasiswa S2 pendidikan bagi mahasiswa internasional. 

Sasarannya ya pelamar dari negara kategori ekonomi menengah ke bawah, seperti Indonesia misalnya.

Dan aku? Memang telah menyiapkan segala perlengkapan berkas administrasi yang diperlukan sejak seminggu terakhir. Setidaknya aku menang kecepatan 1 c (celeritas) darinya.

                              *********

London, 10 februari 2015

Sekilas gambaran suasana di Institute of Education, University College London,

Di kantor bagian nama-nama yang mendapat pengesahan beasiswa IOE sedunia, beberapa staff tampak sedang mengurus pengadministrasian salah satu berkas dari calon mahasiswi dari Indonesia. 

Dan salah satu nama mahasiswi yang beruntung untuk mendapatkan beasiswa ini adalah Lesley. Aku terkesima, ada kebahagiaan tersendiri saat namaku bertengger di jajaran daftar nama calon yang lolos seleksi. Aku berdiri diantara baris panjang antrean para calon mahasiswa. Hari ini seorang gadis polos dari satu sudut desa terpencil kepulauan Bangka Indonesia berdiri manis di depan kantor institut pendidikan London, memintal mimpi seperti kaum muda-mudi lainnya.