REALITAS DALAM IMPLEMENTASI ERA E-


Berawal dari perbincangan saya dengan rekan sekaligus partner di blog ini beberapa hari lalu. Saat itu beliau ini sedang kerepotan bolak-balik mengurus e-KTP-nya yang tak kelar-kelar dalam waktu yang lumayan lama, muncullah satu pertanyaan tentang sebegitu rumitkah carut-marut masalah e-KTP hingga saat ini? 

Sebelumnya postingan inipun pernah saya unggah di acount facebook ( https://m.facebook.com/photo.php?fbid=1951853121753761&id=100007872767017&set=a.1947995385472868.1073741900.100007872767017&source=48&ref=bookmarks, dan sempat dikirim juga ke salah satu media cetak. Namun untuk beberapa alasan lain, maka, tulisan ini saya repost di blog kami sebagai bahan acuan, ataupun yaaa, paling tidak kenang-kenangan bahwa beliau ini pernah celingukan ke sana-sini demi sebuah kartu kecil bernama e-KTP. (Maafkan saya Tuan terhormat )

Nah, Saya kira polemik e-KTP  ini sekarang berakhir manis dengan akses yang menjanjikan keefektifan dan keefisienan setelah keputusan UU adminduk dan UU pilkada membolehkan Surat keterangan sementara pengganti e-KTP yang berlaku selama enam bulan. Tetapi tetap saja tertundanya penyelesaian e-KTP menjadi satu kerepotan mengingat begitu pentingnya dokumen ini untuk masalah administrasi dsb.

Saya sendiri dulu pernah membuat e-KTP, tapi tak serumit ini, hanya dalam waktu singkat e-KTP saya jadi. Makanya saya sedikit jengah ketika mendapati rekan saya yang kerepotan mondar mandir ke kantor capil untuk proses pembuatan yang ketika setibanya di sana, ada ragam alasan berulangkali yang diutarakan untuk penundaan, mesin rusaklah…, kehabisan blangkolah….

Sebuah adagium tenar dari Philip Kotler bicara tentang kepuasan pelanggan.
“The best advertising is done by satisfied costumers.” Jika tolak ukur dari keberhasilan instansi ada pada kepuasan customers, maka dua kepuasan itu ada pada pelayanan dan mutu.

Oke katakanlah pelayanannya terbilang lamban, lalu bagaimana dengan mutu?

Tak usahlah bicara kualitas, di zaman super canggih ini masih juga ada hasil kamera yang membuat wajah indahpun jadi datar layaknya hantu. Bukan salah operator mesin elektroniknya jika lensa kamera yang digunakan kurang memuaskan.

Kalaulah saja e-KTP tak begitu penting, mungkin banyak juga orang yang enggan menyimpan wajah-wajah aneh mereka di sana. Apalagi kaum cewek perfeksionis, ketar ketir malu saat menyodorkan KTP yang berwajah rata dan sebagian jadi terlihat pendek tanpa leher.

Lantas jika kepuasan dikaitkan pada ragam hasil dan keluhan yang garis besarnya kecewa dalam hal e-KTP ini bagaimana? banyak sudah keluhan dan bentuk protes terlontar.
“Tidak puas.”
Cukup dua kata ini yang sebenarnya dijadikan cambuk pada segenap kaum birokrat dan jajaran pengurus e-KTP ke atas.

Sayup-sayup segenap prasangka dan isu yang menyinggung kata korupsipun terdengar. Bukan tanpa alasan dan dasar, World bank telah melakukan penelitian terhadap 40 negara dan menemukan fakta bahwa korupsi telah mengakibatkan ketidakpuasan yang berujung pada rasa kecewa masyarakat untuk berbagai layanan publik. Adapula yang berteriak “apa kami harus membayar uang tips terlebih dulu sebagai pelicin urusan kami?”.
STOP.

The Australian Legal Dictionary mendefinisikan korupsi sebagai perbuatan yang bertentangan dengan tanggung jawab publik untuk mendapat imbalan.

Nah loh…
Riuh rendah berbagai saran akhirnya saling bertentangan hanya berdasarkan kesan. Sebagian besar lagi bersifat anekdot, sedikit sekali yang memberi pencerahan bahkan meskipun dalam saran yang terlihat meyakinkan sekalipun. Merubah tatanan? membangkitkan kesadaran segenap elemen? Tidak juga.

Pandangan bahwa manusia tidak berubah sebanyak itu, jangan membuang waktu untuk menggunakan apa yang tidak tersedia, tapi berusahalah memanfaatkan apa yang ada, itupun sulit. Sesulit menjalankan program dan rencana.

Banyak alasan, termasuk SDM dan fasilitas, yang sebenarnya bukan masalah. SDM? Banyak yang berkualitas, apalagi ada pelatihan untuk para pegawai. Untuk fasilitas sendiri, di era e-goverment ada banyak akses yang telah mempermudah pekerjaan, e-sourcing, e- analisys, e- buying, e- procurement…

Masalah sebenarnya adalah sulitnya mengimplementasikan semua rencana. Mendapat banyak resistensi dari staf dan juga strategi teknologi informasi yang mungkin saja mahal. Banyak uang yang dibutuhkan untuk menjaga sistem informasi, atau mungkin masalah umumnya adalah kesulitan berkomunikasi dengan spesifikasi komputer yang berbeda-beda. Atau bisa juga karena ada kesenjangan antara harapan atau ekspektasi dan realita.

Meskipun gagasan era informasi sangat dikedepankan, tapi nyatanya skenario heroik untuk menciptakan pemerintahan dalam penerapan ICT sulit diadaptasikan.

Bisa saja ini semua hanya masalah paradigma new publik management, namun yang perlu diingat adalah akuntabilitas pemerintah juga harus diperhatikan.

Negara menjadi terlalu besar untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan kecil, tapi juga terlalu kecil untuk dapat menyelesaikan semua masalah yang dihadapi masyarakat.

Namun dalam penyelenggaraan urusan publik tentunya melibatkan banyak aktor dan wajah pada administrasi yang mau tak mau lembaga negara tak bisa lepas tangan.

Jika tanggung jawab dalam bisnis adalah meningkatkan laba, maka tanggung jawab pemerintah adalah meningkatkan pelayanan publik. Karena peran negara adalah penyedia layanan publik meskipun telah mengalami delegitimasi.

Iklan

MAKALAH RIBA’ DAN BUNGA BANK

Disusun oleh Leyla Fajr

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Sejak tahun 1960-an perbincangan mengenai larangan riba’ bunga Bank semakin naik ke permukaan. Setidaknya terdapat dua pendapat yang mendasar mengenai masalah riba’. Pendapat pertama berasal dari ulama yang mengadopsi para fuqaha tentang Riba sebagaimana yang tertuang dalam ilmu Fiqh. Pendapat lainnya, mengatakan bahwa larangan riba’ dipahami sebagai sesuatu yang berhubungan dengan upaya eksploitasi ekonomi yang berdampak pada ruginya keuangan di masyarakat yang bersangkutan.

Kontroversi bunga Bank konvensional masih menjadi wacana di masyarakat di karenakan bunga Bank yang diberikan oleh Bank konvensional merupakan sesuatu yang di haramkan MUI, sehingga pada tahun 2003 lalu, lahirlah fatwa yang dikeluarkan oleh MUI mengenai larangan riba’.

Untuk mendudukkan kontroversi bunga Bank dan riba’ secara tepat, diperlukan pemahaman yang mendalam, baik tentang seluk beluk bunga maupun dari akibat yang ditimbulkan karena berlakunya sistem bunga dalam perekonomian dengan membaca tanda–tanda serta arah yang dimaksud tentang riba’ dalam petunjuk Al-Qur’an dan hadist.

Oleh karena itu di sini penulis mencoba menjelaskan perbedaan riba’ dan bunga bank dalam pandangan ekonomi islam pada makalah sederhana ini.

B. Rumusan masalah

Beberapa pokok masalah tentang riba’ dan bunga Bank ini adalah sebagai berikut:

1. Apa pengertian dari riba’ dan bunga bank itu sendiri?

2. Apa saja jenis dan macam- macam riba’?

3. Bagaimana hukum riba’ dan bunga Bank konvensional menurut pandangan islam?

4. Apakah dampak riba’ dalam kehidupan manusia?

C. Tujuan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

1.  Mengetahui bagaimana pengertian riba’ dan bunga bank.

2.  Mengetahui persamaan antara riba’ dan bunga bank.

3.   Memahami hukum riba’ dan bunga bank menurut pandangan Islam.

4.   Mengetahui bagaimana hubungan umat Islam dan perbankan.

5. Mengetahui dampak dari riba’ (bunga bank) terhadap kehidupan manusia.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian riba’ dan bunga Bank

Menurut The American Heritage Dictionary language adalah

 “Interest is a charge for a financial loan, usually a precentage of the amount loaned” .

Yang bermakna “Bunga adalah sejumlah uang yang dibayar atau untuk penggunaan modal, dimana jumlah tersebut dinyatakan dalam persentase modal yang memiliki keterkaitan  dan inilah yang dinamakan suku bunga modal”.

Sedangkan Riba’ secara bahasa bermakna Ziyadah yaitu tambahan. Sedangkan menurut istilah teknis, riba’ adalah pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara batil.

Riba’ juga dapat di artikan sebagai pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual beli maupun pinjam-meminjam secara batil yang bertentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam. Menurut syari’ah, riba’ merujuk pada “premi” yang harus dibayarkan oleh peminjam kepada yang memberi pinjaman bersama dengan jumlah pokok utang sebagai syarat pinjaman atau untuk perpanjangan waktu pinjaman.

Istilah riba’ lebih sering dipakai untuk memaknai pembebanan hutang atas nilai pokok uang yang dipinjamkan.

B. Jenis dan macam riba’

Secara garis besar, riba’ dikelompokkan menjadi dua, yakni riba’ utang-piutang dan riba’ jual beli.

Lalu riba’ utang-piutang ini sendiri terbagi lagi menjadi dua, yaitu:

1.      Riba’ Qardh

Riba’ Qardh maksudnya adalah suatu manfaat atau tingkat kelebihan tertentu yang disyaratkan terhadap yang berutang (muqtaridh).

2.      Riba’ Jahiliyah

Sedangkan Riba’ Jahiliyah yaitu utang dibayar lebih dari pokoknya, karena si peminjam tidak mampu membayar utangnya pada waktu yang ditetapkan.

Adapun riba’ jual-beli juga terbagi menjadi dua , yaitu:

1.  Riba’ Fadhl

Riba’ Fadhl adalah pertukaran antara barang sejenis dengan kadar atau takaran yang berbeda, sedangkan barang yang dipertukarkan itu termasuk dalam jenis barang ribawi.

2.  Riba’ Nasi’ah

Pada Riba’ Nasi’ah, penangguhan penyerahan atau penerimaan jenis barang ribawinya dipertukarkan dengan jenis barang ribawi lainnya. Riba’ dalam nasi’ah ini muncul karena adanya perbedaan, perubahan, atau tambahan antara yang di serahkan saat ini dengan yang diserahkan kemudian.

C. Hukum Riba’ dan bunga Bank Konvensional menurut pandangan islam.

Di dalam Islam telah jelas disebutkan mengenai larangan Riba’ yang terdapat dalam Al-Qur’an pada empat kali penurunan wahyu yang berbeda-beda, diantaranya:

1.      QS. Ar-Ruum: 39

2.      QS. An-Nisa: 161

3.      QS. Ali-Imran: 130-132

4.      QS. Al-Baqarah: 275-281

Pelarangan riba’ dalam Islam tidak hanya merujuk pada Al-qur’an, melainkan juga Al-Hadits. Hal ini dikarenakan posisi umum dari hadits itu sendiri berfungsi untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai perkara yang telah di jelaskan Al-qur’an.

Disini pelarangan riba’ dalam hadits lebih terperinci. Sebagaimana hadits yang tertera di bawah ini:

“Ingatlah bahwa kamu akan menghadap tuhanmu dan dia pasti akan menghitung amalanmu. Allah telah melarangmu mengambil riba’. Oleh karena itu, utang akibat riba harus dihapuskan. Modal (uang pokok) kam’u adalah hak kamu. Kamu tidak akan menderita atau pun mengalami ketidakadilan.” Diriwayatkan oleh Abu Said al-khudri bahwa Rasulullah Saw, bersabda : “Emas hendaklah dibayar dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, tepung dengan tepung, kurma dengan kurma, garam dengan garam, bayaran harus dari tangan ke tangan (cash). Barang siapa memberi tambahan atau menerima tambahan, sesungguhnya ia telah berurusan dengan riba’. Penerima dan pemberi sama-sama bersalah.” (HR. Muslim no. 2971, dalam Kitab Al-Masaqqah).

Rasulullah Saw juga menegaskan perkara ini dengan menggunakan kata-kata yang lebih jelas, bukan saja mereka yang mengambil riba’, tetapi mereka yang memberikan riba’ dan para penulis yang mencatat transaksi atau para saksinya. Bahkan beliau menyamakan dosa orang yang mengambil riba’ dengan dosa orang yang melakukan zina 36 kali lipat atau setara dengan orang yang menzinahi ibunya sendiri.

Merujuk pada penjelasan di atas dapat di simpulkan bahwa, bunga Bank sama dengan riba’. Mengapa demikian? Karena secara real kegiatan operasional dalam perbankan konvensional menggunakan bunga yang di bayarkan oleh nasabah peminjam kepada pihak atas, pinjaman yang dilakukan  ini jelas merupakan tambahan. Karena nasabah melakukan transaksi dengan pihak bank berupa transaksi pinjam-meminjam uang tunai.

Di dalam islam, pinjaman itu sendiri di sebutkan dengan nama Qardh ( qardul hasan) yang artinya pinjaman kebajikan. Allah SWT berfirman:

“Siapapun engkau yang mau memberi pinjaman kepada sesama saudaramu, pinjaman yang baik, maka ia telah menafkahkan hartanya dijalan Allah) maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak dan Allahlah yang menyampitkan dan melapangkan rezeki. Dan kepada-Nyalah kamu kembali.

(Q.S Al-Baqoroh : 245)

Jadi, inti dari pinjaman qardh adalah tidak ada tambahan, seberapapun besar pinjamannya maka wajib di kembalikan sebesar itu pula.

Allah berfirman dalam kitabnya

“ Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba’” (Q.S Al Baqarah: 275)

D. Dampak riba’ dan bunga Bank dalam masyarakat

Perkara Riba’ dan Bunga Bank ini memberikan dampak buruk pada keadaan psikologis masyarakat, khususnya pada pribadi seseorang yang menjalankannya, yang mana akan menimbukan perasaan egois.

Riba’ juga akan menghilangkan jiwa kasih sayang dan rasa kemanusiaan  dalam pribadi seseorang di kehidupan sosial dan limgkungannya.

Pada ranah yang lebih luas, khususnya masyarakat, riba’ dan bunga Bank  ini sendiri dapat menimbulkan kasta-kasta yang membuat suatu masyarakat jadi terpecah belah ke dalam beberapa kelompok, sehingga menimbulkan permusuhan, rasa tidak nyaman dan tidak harmonisnya suatu lingkungan.

Sedangkan bagi pergerakan roda ekonomi, sistem riba’ juga akan menimbulkan krisis ekonomi.  Seperti yang kita tahu, di sepanjang sejarah 1829,1930,1840, dan sampai saat ini negara kita telah membiarkan sistem ini bebas berkembang. Lihatlah, justru kesenjangan pertumbuhan ekonomi masyarakat dunia akan semakin konstant. Yang kaya akan semakin kaya, yang miskin akan semakin miskin.

Suku bunga juga berpengaruh terhadap investasi, dan produksi.

Teori ekonomi  mengajarkan bahwa suku bunga akan secara signifikan menimbulkan inflasi. Menjerumuskan negara kepada debt trap ( jebakan hutang) yang dalam, sehingga untuk membayar bunga saja mereka akan kesulitan, apalagi membayar bersama pokok pinjamannya. Jelas, negara akan dililit hutang!

BAB III

PENUTUP

Akhirnya, dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa:

Riba’ adalah pinjaman dengan kelebihan / tambahan pembayaran tanpa ada ganti atau imbalan yang di syaratkan bagi salah seorang pihak dari kedua belah pihak yang membuat transaksi, sedangkan bunga adalah sejumlah uang yang dibayar untuk penggunaan modal. Jumlah tersebut misalnya di nyatakan dengan satu tingkat atau persentase modal yang bersangkutan dengan itu dan dinamakan suku bunga modal.

Dalam pandangan Fiqh mu’amalah dan ekonomi islam sendiri di katakan bahwa antara riba’ dan bunga Bank adalah sama, di karenakan operasional diperbankan konvensional, bunga yang dibayarkan oleh nasabah peminjam yang dilakukan jelas merupakan tambahan. Karena nasabah melakukan transaksi dengan pihak bank berupa pinjaman uang tunai. Saran Untuk mengantisipasi masalah-masalah yang di timbulkan dari pembahasan di atas adalah sebagai berikut :

Ada baiknya para nasabah melakukan transaksi peminjaman uang di Bank yang bersyari’atkan islami dan tidak membebankan nasabah dengan bunga yang besar. Perbankan syari’ah yang ada di Indonesia dalam pelaksanaannya harus benar-benar berdasarkan hukum Islam (syariah). Jadi jangan sebagai kedok untuk menarik minat umat Islam untuk menabung di perbankan atau sekedar orientasi bisnis semata. Lahirnya Perbankan di Indonesia dengan tujuan untuk kepentingan meng-akomodir umat Islam harus didukung dan dipertahankan. Namun dalam pelaksanannya harus diawasi dengan ketat oleh Dewan Pengawas Syari’ah. Sehingga kelahiran perbankan syari’ah tersebut sesuai dengan tujuannya. Perbankan Syari’ah Indonesia yang secara filosofis keberadaannya dengan menggunakan konsep Muamalah Mudharabah sebagai dasar dan implementasinya maka harus benar-benar dimanfaatkan umat Islam secara utuh dalam rangka meningkatkan keimanan kepada Allah, RasulNya dan Kitab Al Aquran’an dan Hadist. Sehingga umat Islam tidak terjerumus pada perbuatan riba’ yang sangat di larang Allah SWT.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah saed, bank islam dan bunga, terj cet1. Pustaka pelajar. Jakarta 2013
Beberapa pendapat mengenai riba.cet.3, kalam mulia jakarta 1999
Al-qur’an surah Albaqarrah, an- naas
http://hndwibowo.blogspot.com/2008/06/bunga-bank-konvensional-adalah-riba.html

Serial Senin : LESHLEY OSMON

           

                             Synopsis

Lesley. Seorang Gadis  polos, berasal dari sebuah desa terpencil yang mendapatkan kesempatan kuliah di London melalui program beasiswa.

Hingga pertemuannya dengan J. Yousep Lurderk di kampus barunya . Tak disangka ternyata pertemuan ini justru mengantarkannya pada beberapa tragedi ke lembah hitam.

 Sebenarmya apa yang dilakukan J. Yousep Luderk padanya? Simak terus kelanjutan kisahnya dalam serial Lesley Osmon, mutiara hitam yang terbuang.

____________________________________    Chapter 1

  Am i Lucky?

____________________________________

​”Beasiswa, bagiku adalah tentang suatu cara mendapatkan ilmu dengan mengerahkan segala kemampuan hingga Allah saja yang menentukan keberhasilan  sesuai kadar perjuangan. ” –Lesley

                          *******

Nuansa kuning kemerahan senja itu menjadi latar angkasa yang menebarkan indah. Seolah menjadi pengantar pesan sendu bagi seraut wajah beliaku yang sedang berbinar bahagia dalam rengkuhan mimpi dan cita-cita. Wajah yang sedang berbincang dengan pantulan bayang ku sendiri sejak dua puluh menit lalu di depan cermin, seolah tak jenuh berkaca jika saja dering ponsel itu tak pernah menjerit minta di angkat. Tentu kegiatan sisir-menyisir itu tak pernah usai.

“Beasiswa S2 di Inggris dari IOE-International Students House Centenary Scholarships,  berminat Ley????” 

Kata pak Freid Senja itu melalui sambungan telpon seluler.

                            ********

Memang sempat ku dengar berita bahwa Institute of Education, University College London, Inggris baru-baru ini membuka peluang beasiswa S2 pendidikan bagi mahasiswa internasional. 

Sasarannya ya pelamar dari negara kategori ekonomi menengah ke bawah, seperti Indonesia misalnya.

Dan aku? Memang telah menyiapkan segala perlengkapan berkas administrasi yang diperlukan sejak seminggu terakhir. Setidaknya aku menang kecepatan 1 c (celeritas) darinya.

                              *********

London, 10 februari 2015

Sekilas gambaran suasana di Institute of Education, University College London,

Di kantor bagian nama-nama yang mendapat pengesahan beasiswa IOE sedunia, beberapa staff tampak sedang mengurus pengadministrasian salah satu berkas dari calon mahasiswi dari Indonesia. 

Dan salah satu nama mahasiswi yang beruntung untuk mendapatkan beasiswa ini adalah Lesley. Aku terkesima, ada kebahagiaan tersendiri saat namaku bertengger di jajaran daftar nama calon yang lolos seleksi. Aku berdiri diantara baris panjang antrean para calon mahasiswa. Hari ini seorang gadis polos dari satu sudut desa terpencil kepulauan Bangka Indonesia berdiri manis di depan kantor institut pendidikan London, memintal mimpi seperti kaum muda-mudi lainnya.

Kemunting, Tanaman Industri Baru Babel Yang Berpotensi

Di balik hiruk pikuk dunia perpolitikan yang sibuk memperebutkan “wajah” di atas sana, ada kepala-kepala disini yang setiap malam sebelum tidur sibuk berfikir “besok harus turun ke kebun, narik pasir, atau gi ngelimbang ok?”

Dibalik gemerlap dunia “kursi panas” yang sibuk memperdebatkan kuasa dan mempermasalahkan gaji yang seolah selalu kurang di luar sana, ada suara-suara yang tak di dengar setiap hari disini” kami dak ngurus kursi ikak ape, kami hanya nek ngisik perut kami besok pakai ape?”

Begitu kontradiksinya kesenjangan antara pekerja tetap dan buruh harian  lepas. Begitupun setiap kepala, masing-masing hanya akan sibuk mempertanyakan masalah yang digelutinya dalam kotak kepalanya sendiri. Hingga akhirnya ada yang berkata ; yang kaya semakin kaya, yang susah semakin susah.

Tanah Bangka sebenarnya begitu kaya, hal yang miris ketika petani karet sibuk mengeluh atas harga jual yang selalu menurun. Penambang pasir yang kelimpungan menggali timah yang tak lagi bisa di andalkan. Harga lada yang naik turun dan macam-macam permasalahan ekonomi lainnya

Mengapa tiada satupun warga yang mencoba menggali potensi lain selain lada, karet dan timah? Toh  ada tanaman perdu yang berdaya guna dan bahkan bisa di jadikan tanaman industri baru di tanah Bangka yang tak kalah berpotensi.

Seperti Rhodomyrtus Tomentosa misalnya. Tumbuhan perdu yang tingginya  tak lebih dari dua meter, berbunga merah jambu dan  berbuah seperti beri yang membujur, atau yang lebih familiar di dikenal dengan nama Kemunting yang sebenarnya  memberi banyak manfaat bagi manusia. Buahnya yang memiliki kandungan gula, air, vitamin dan mineral ini selain  bisa di olah menjadi jelly dan juice, ternyata  juga dapat di olah sebagai obat herbal bagi beberapa jenis penyakit kronis.

Seperti yang kita tahu, antioksidan diperlukan tubuh untuk mencegah atau mengurangi penyakit akibat radikal bebas, dan kemunting sendiri memiliki ekstrak antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan tersebut.

Lalu Kemunting di jadikan tanaman hias? Kenapa tidak. Jika dilihat dari bentuk bunganya-pun Kemunting ternyata memiliki nilai estetika bila di rawat dan di pangkas rapi.

Selain itu, kemunting juga mengandung tar kayu yang bisa dimanfaatkan  sebagai pewarna hitam pada komestik wanita.

Singkat kata, Kemunting bisa dimanfaatkan sebagai salah satu holtikultura yang dapat dibudi dayakan sehingga menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat Kabupaten Bangka. 

Di pulau Bangka sendiri , tanaman ini akan begitu  mudah di jumpai. Terutama di daerah pedesaan, di kolong bekas penambangan timah dan hutan perkebunan. Salah satu keunggulan tanaman ini adalah lebih mudah di budi dayakan. Terutama di daerah pasir, dan tebing sungai.  Pertumbuhannya pun tidak memakan waktu lama dan cenderung tidak mengalami penyakit atau  hama serius sehingga tidak terlalu repot dalam masa pembudidayaannya.

Jadi gimana?

Tertarik untuk mulai mencoba? 😆

MUSLIM dan REVOLUSI KOPI

Sejarah ditemukannya kopi sebagai minuman yang banyak digemari orang ternyata tak lepas dari peran muslim dalam penemuannya.

“Duhai….Kopi memang berwarna hitam, tapi hitam justru menyalakan api semangat, bahkan memancarkan cahaya hingga putih itu jadi berwarna.

Kata Kopi sebenarnya berasal dari kata قهوة (Qahwa) yang  dalam bahasa Arab  berarti kekuatan. Lalu diserap menjadi ‘Qava’ dan ‘Qafa’ karena orang Turki tidak dapat mengucapkan dengan baik kata ‘wa’. Kemudian disebut ‘Cafe’ dan ‘Coffee’ di Eropa. 

Dalam sebuah manuskrip disebutkan bahwa, pada abad ke 14 kopi mulai dibawa oleh orang Yaman, Arabia. Sedangkan ilmuwan muslim Ar Razi dan Ibnu Sina mengungkapkan kopi telah dikenal di kalangan muslim sejak abad ke 10.

Biji kopi  yang menimbulkan efek energik serta mengandung zat yang membuat mata menjadi “sakti” untuk  begadang di malam hari inilah yang membuat kebanyakan umat muslim mulai memanfaatkannya untuk tujuan shalat malam. 

Kedai kopi-pun mulai dibuka dan menjadi tempat penting untuk pertukaran informasi yang kadang-kadang disebut sebagai “Schools of the Wise“, dan kebanyakan digunakan oleh umat beragama untuk tujuan keagamaan. Akhirnya minuman Ini menyebar dari Yaman hingga ke pusat utama kekhalifahan saat itu, Kairo, Baghdad, dan sampai ke Damaskus. 

Banyak kedai kopi di Kairo tumbuh di sekitar Universitas Al-Azhar. Kemudian berlanjut ke ibukota Kekaisaran Ottoman, Istanbul. Disanalah minuman kopi mulai diperkenalkan ke ibukota Kekaisaran Ottoman, Istanbul pada tahun 1554-55, pada masa pemerintahan Suleman yang megah. 

Di istana Ottoman ini, cara baru minum kopi ditemukan. Mereka mencoba memanggang biji kopi di atas api dan kemudian ditumbuk halus untuk dimasak perlahan dengan air di atas arang yang membara. Dengan metode pembuatan minuman baru ini akhirnya kopi menjadi lebih populer.

Kopi merupakan bagian penting dalam menu masakan kerajaan, bahkan sampai-sampai  beberapa pembuat kopi utama  disana naik pangkat, Grand Viziers-pun menjadi Sultan.

Perlahan, kedai kopi mulai dibuka di Istanbul, hingga di tempat-tempat yang dekat dengan perkotaan. Seiring berjalannya waktu, kedai kopi dan budaya kopi segera menjadi bagian integral dari budaya sosial Istanbul.

Dan yang uniknya lagi kopi malah menjadi salah satu syarat dalam akta nikah loh!

Di antara persyaratan yang tercantum dalam akta nikah tersebut adalah pria  akan memberi cukup kopi sesuai kebutuhan pasangannya.

Dari sini caruk maruk ihwal kopi berlanjut ke Venesia melalui pedagang. Hingga pada tahun 1615 untuk pertama kalinya  seorang berkebangsaan Eropa mencicipi kopi.

Lambat laun akhirnya kedai kopi pertama di Eropa ter-ekspos di Venesia pada tahun 1645. Lantas pada tahun 1637, seorang Turki memperkenalkan minuman tersebut ke Oxford, London. 

Kopi inipun menjadi populer di kalangan guru dan siswa yang rela mati-matian membentuk Klub Kopi Oxford. Hingga pada tahun 1660, kedai kopi menjadi bagian integral dari budaya mereka. 

Masyarakat umum memberi nama kedai kopi ini, “Penny Universities” karena pengunjung kedai ini didominasi oleh para penulis, seniman, penyair, dan lain-lain didalamnya.  Setiap  satu sen yang dikeluarkan-pun pun seolah di ganti lunas dengan percakapan intelektual yang bermanfaat di sekitar mereka.

“Hitamnya kopi membuat hati orang-orang kelas tinggi memutih, melebihi kebanyakan manusia.”

Kemudian pada tahun 1669, Sultan Mehmet IV mengirim seorang duta besar ke istana Raja Louis XIV dari Prancis dengan membawa hadiah minuman kopi. Minuman ini direkomendasikan kepada sang Raja sebagai “minuman ajaib”. 

Adapun kedai kopi pertama di Paris, Café de Procope, dibuka pada tahun 1686 setelah pengepungan kedua Wina. Ottoman mundur, dan meninggalkan barang-barang yang di antaranya adalah kopi. Pada awalnya, biji kopi tersebut tampaknya tidak berguna sampai seorang pria bernama Kulczycki menukarnya sebagai alat pembayaran. Kulczycki  yang pernah tinggal di antara orang Turki selama bertahun-tahun dan pernah menjadi mata-mata bagi orang-orang Austria selama pengepungan tersebut.

Akhirnya seseorang  membuka sebuah kedai kopi dan membantu mempopulerkan rasa dengan menambahkan gula dan susu ke dalam ramuan kopi. Beberapa orang malah memberikan reaksi curiga, takut, dan menyebutnya sebagai “penemuan setan  pahit”. 

Klerus setempat mengutuk kopi ketika sampai di Venesia pada tahun 1615. Kontroversi ini begitu heboh di sana hingga Paus Klemens VIII diminta untuk turun tangan. Akhirnya dengan bijak Pays Klemens VIII memutuskan untuk mencicipi minuman sendiri sebelum mengambil keputusan. Dan ternyata minuman itu mampu mencuri hatinya sehingga dia memberikan persetujuan kepausan.

Salah satu sumber mengatakan  bahwa seorang paus melarang penganut Kristen untuk mencicipi minuman Muslim ini dalam waktu  lama sampai paus lain datang untuk membaptis sekantong kopi dan menyatakan bahwa kopi juga adalah minuman Kristen di kemudian hari.

Lucunya….Kita diajarkan dalam sains bahwa kopi tidak bagus untuk kesehatan. Padahal sebenarnya kopi adalah salah satu minuman kegemaran Nabi selain susu dan madu. Coba lihat orang orang Yahudipun akhirnya menggemari minuman kopi. Contoh: Profesor di UK , terutama yang Yahudi, selalu ada segelas kopi di tangan mereka saat santai.
Lalu siapa yang membuat dogma-dogma bulus yang menginginkan muslim melepas minuman khas tradisional muslim?

Catatan: 

Bukan ‘Nescafe’ yang menemukan kopi, tapi kopilah yang menjadikannya ada di cafe-cafe.

Bukankah Muslim adalah orang-orang yang pertama kali menanam dan merevolusi kopi di dunia.

Karena Islam selalu menjadi inspirasi  untuk merevolusi dunia sekali lagi.